Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Pembentukan wawasan kebangsaan Indonesia tentu dimulai dari nilai kebersamaan dan persaudaraan kelompok kecil secara territorial maupun kelompok budaya. Orang Kei pada dasarnya merupakan msyarakat bhineka tunggal ika karena menurut penuturan sejarah lisan di kalamngan masyarakat setempat, para leluhur yang mendiami kepulauan Kei/Kai/ Nuhu Evav berasal dari berbagai pulau di Nusantara ini. Ada yang datang dari utara yakni pulau Seram , Ternate dan sekitarnya. Sebagian dari Bugis Makasar,dan yang lain dari Luang Lati di ujung selatan Maluku. kelompok yang datang dari Pulau Bali di kemudian hari sangat besar peranan mereka dalam pembentukan nilai-nilai budaya baru masyarakat Kei. Karena tuntutan situasi dan kebutuhan yang sama, penduduk yang terlebih dahulu mendiami kepulauan Kei dan pendatang dari Bali menyepakati norma hukum adat yang dinamai “ Larvul Ngabal”.
Norma hukum yang diperkirakan diberlakukan di kepulauan Kei sejak abad 14 atau 15 M itu sudah semakin tidak dikenal oleh generasi Muda kei. Penuturan sejarah Kei secara lisan dengan berbagai versi ikut membenamkan rasa persaudaraan yang dibina berabad-abad lamanya. Lupakan saja peristiwa pahit di Maluku beberapa tahun lalu. Kita ambil sisi positifnya bahwa semakin tumbuh di kalangan Generasi Muda Kei kerinduan menjalin kembali persaudaraan yang tulus sebagaimana terbentuk antara para Leluhur masyarakat Kei berabad-abad lalu.
Apalah gunanya, saudara-saudariku, jika seseorang mengatakan bahwa ia adalah sudaramu jika ia tidak mewujudkan kebersamaan dan persaudaraan di tanah Kei? Munculnya kesadaran baru generasi muda Kei untuk mempelajari adat istiaddatnya, terutama hukum adat Larvul Ngabal, merupakan masa pencerahan menuju hidup damai dalam kasih persaudaraan. Bagaimana memulainya? Mengembanmgkan cinta pada budaya daerah haruslah dimulai dari mengenal dan memahami kebudayaan Kei secara lebih mendalam. Agar tidak terpeleset dan terjebak dalam penafsiran nilai budaya Kei yang lihur, sebaiknya kita pelajari berbagai dokumen tentang kehidupan masyarakat Kei pada masa lalu didukung penelitian yang menjamin obyektifitas sejarah budaya masyarakat Kei.
Untuk menggapai cita-cita luhur masyarakat Kei yaitu kembali menjujung tinggi semangat persatuan dalam berbagi bentuk perwujudannya, sebaiknya kita perlu memperhatikan apa yang dikemukakan oleh Prof.Dr.Sartono Kartodirdjo (1982) bahwa dalam setiap upaya penyusunan kembali suatu relitas sejarah, peneliti/penulis terlebih dahulu perlu memiliki pemahaman atas :
a. Sejarah naratif : ingin membuat deskripsi tentang masa lampau dengan merekonstruksikan “apa yang terjadi” serta diuraikan sebagai ceritera, dengan perkataan lain “kejadian-kejadian” penting diseleksi dan diatur menurut poros waktu sedemikian rupa sehingga tersusun sebagai ceritera (story).
b. Sejarah non-naratif: tidak menyusun ceritera tetapi berpusat pada masalah, jadi problem-oriented. Dengan banyak meminjam dari ilmu sosial, dicoba mengungkap pelbagai tingkat atau dimensi dari realitas sejarah, lalu dipilihnya satu atau sekelompok serrta diuraikannya secara sistematis mungkin. Fakta-fakta yang dikonstruksikan berbeda dengan fakta dari sejarah naratif.(Prof.Dr.Sartono Kartodirdjo (dalam buku “ Pemikiran Dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jakarta,1982, hal.5).
JIKA KITA INGIN SUATU KEPASTIAN TENTANG SEJARAH KEBUDAYAAN KEI, kita perlu sepakati diskusi kita menggunakan pendekatan yang mana. Data dapat kita cari dari berbagai sumber pustaka atau banyak nara sumber lisan. Membaca banyak tulisan yg tersebar di beberapa perpustakaan, a.l. Rumpius Ambon, Kolsani Yogyakarta dan tempat lain, hampir sebagian besar dalam bahasa Belanda, Inggris dan Perancis. Ada beberapa dalam bahasa Indonesia. Hampir semuanya menggunakan pendekatan Sejarah Naratif. Thn 1981 selama setahun saya “mengembara” di Kei besar dan ingin belajar tentang sejarah kebudayaan Kei saya temui banyak pertanyaan yg tidak terpecahkan. Ambil contoh versi asal usul pembentukan Hukum Lar Vul Nga Bal yang dikisahkan di Kei Besar tidak persis sama dengan penuturan Lisan yg kita warisi turun temurun di Kei Kecil. Oke, itu tantangan kita. Saran saya, mulai saja mengangkat salah satu tema yang mendasar dan kita diskusiklan. sbg contoh, apakah hukum Lar Vul Nga Bal diciptakan oleh dua tokoh berbeda di dua tempat berbeda, ataukah satu hukum yang ditetapkan di satu tempat oleh beberapa pihak,kemudian disepakati bersama menjadi hukum adat Kei.
Saya ingin berbagi info tentang beberapa sumber pustaka yang boleh saudaraku sekalian cari di perpustakaan yang tersebar di Indonesia :
1. H.Geurtjens, M.S.C ; “ Uit Een Vreemde Wereld of Het Leven En Streven Der Inlanders Op De Kei-Eilanden. .’s-Hertogenbosch:Teulings’Uitgeverst-Maatscappij; 1921; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta).
2. H.Geurtjens, M.S.C ; Woordenlijst der Keieesche taal (Kamus bahasa Kei);Verhand,V.H.Batav.Genoots.V.Kunsten & Wetens.,63/3; 1021, Weltevreden dsl.Albrecht &Co.dsl. ; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta;
3. H.Geurtjens, M.S.C; Keieeche Legenden; Bahasa daerah Kei (Evav) dengan terjemahan Bahasa Belanda; Weltwvreden ,A.Emmink & ‘s-Hage.M.Nijhoft,1924. ; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.
5. H.Geurtjens, M.S.C ; Zijn plaats onder de zon; Roermond dsl..Romen t.thn… Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.
6. J.Kunst; Een en ander over Muziek en den Dans op de Kei-Eilanden; druk de Bussy-Amsterdam 1945 ; Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.
7. Zakarias Argun Rumlus ; Ceritera Pada Masa Raja Ohoiwuur; Letfuan, 1922; Disalin kembali oleh Raymundus Inuhan dan Pastor P.B.Resubun MSC; Langgur, 1973.
8. Jan van den Bergh, MSC ; Godienst, Eredienst,Toovenareij en Beijgelovevigheid bij de Heijdensche Keiezen; Annaalen MSC;1928. Yogyakarta: Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan.
9. Dee; “Adatstaatsrechtelijke indeeling Kei-einlanden”, Copy of letter to the Governor of Maluku in Ambon. No.2213/30,Desember 15,1934, Amboina;1934.
10. F.A.E. Van Wouden; Types Of Social Structure In Eastern Indonesia;Englis Translation by Rodney Nedham;The Hague-Martinus Nijhoff; 1968.
11. Murwati Djoened Poesponegoro dan Nogroho Notosusanto; di dalam buku Sejarah Nasional Indonesia Jld. II dan III edisi ke 4;Balai Pustaka;Jakarta 1984.
12. Anton Gillen MSC; Ulasan Singkat Mengenai Nama, Penduduk, Raja-Raja Di Pulau Evav; Langgur, thn 1979.
13. Anton Gillen , MSC ; Adat Istiadat Evav; Langgur , thn …
14. Sartono Kartodirdjo; Sejarah Nasional Indonesia II; Balai Pustaka; Jakarta ,1975.
15. Prof.Dr.Sartono Kartodirdjo (dalam buku “ Pemikiran Dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Penerbit PT Gramedia, Jakarta,1982, hal.5),
16. Ph. Renyaan ; Kursus Adat Istiadat Evav;Langgur,1976
17. Barraud,Cecile; Tanebar-Evav; Une Societe maison tournee vers le large. Cambridge, London, New York etc. Cambridge University Press; 1979. Ambon : Perpustakaan Rumpius.( lihat ; Yohanes Ohoitimur:
18. Resubun P.B. MSC; Sekelumit Sejarah Kepulauan Kei; Langgur 1980.
19. H.Haripranata,S.J.; Ceritera Sejarah Gereja Katolik Di Kei dan Di Irian Barat; tahun… Yogyakarta: Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kentungan..
20. Ohoitimur Yohanes; Beberapa Sikap Hidup Orang Kei: antara Ketahanan diri dan Proses perubahan. Unpublish B.A.   Thesis,Manado:Sekolah Tinggi Seminari Pineleng;1983 .
21. Laksono, P.M.; “ Wuut Aimehe Nifun, Manut Ainmehe Tilur (Eggs from O ne Fish and One Bird) : A Study of Maintenance of Social Boundaries in Kei Island,Ph.D. Thesis. Ithaca: Cornell University, 1990 . Yogyakarta: Perpustakaan Kolsani dan Perpustakaan Seminari Tinggi Kebntungan. Sekali lagi penuturan sejaran lisan sangat banyak versinya. Semoga kita generasi ini menemukan yang lebih mendekati kebenaran ” mereka di zaman dulu Kei, bukan kebenaran kita zaman sekarang”
Mohon maaf bila ada kekeliruan. saya juga masih mencari terus seperti saudaraku sekalian. Salam persaudaraan ,Tabe Ain ni ain.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: