Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Sejarah Kabupaten Maluku Tenggara
Wilayah Maluku Tenggara pada zaman penjajahan Belanda tercakup dalam Jenis / Bentuk Organisasi yang diberi nama “Recht Streek Bestuurde Gebieden “ bersama- sama dengan Maluku Tenggara dan Kota Ambon dan dikenal dengan “ Residentie De Zuit Molukken “.

Elat, (serta Tepa dan Touwawan) dikenal dengan “ Bestuur Ressort “ Tual dan Dodo, (serta Saumlaki dan Wonreli) dikepalai oleh “ Hooft Van Plaasselyk “ atau Kepala Pemerintahan Setempat (KPS).

Kota Tual pada tahun 1984 adalah Ibukota “ Onder Afdeling Kei Eenlanden “ yang dikepalai oleh seseorang Asisten Residen.

Sesudah Kemerdekaan Republik Indonesia barulah Daerah Maluku Tenggara merupakan bagian dari Maluku Selatan.

Tokoh-tokoh Maluku Tenggara yang menduduki dewan Maluku Selatan adalah : A. Koedoeboen, S.Pooroe, Hi.A.Gani Renuat, B. Setitit. Mereka berpendapat bahwa letak Geografis Maluku Tenggara Jauh dari Ambon sebagai Ibukota daerah Maluku Selatan serta kurangnya sarana dan prasarana perhubungan ke Maluku Tenggara.

Pada tahun 1950 – 1951 sidang Dewan Maluku Selatan dilaksanakan di Ambon. Tahun 1951, Gubernur Maluku MR.J. Latuharhary dengan menumpang Kapal Kasimbar mengunjungi Maluku Tenggara. Pada kesempatan kunjungan itu Gubernur mengundang tokoh-tokoh Maluku Tenggara untuk mengadakan pertemuan diatas Kapal Kasimbar dan menjelaskan bahwa tuntutan tokoh-tokoh Maluku Tenggara telah dipenuhi, maka Daerah Maluku Selatan dibagi 2( Dua ) bagian yaitu

Daerah Tingkat II Maluku Tengah
Daerah Tingkat II Maluku Tenggara

Untuk menentukan Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara, diadakan pertemuan dimana terjadi perdebatan seru antara tokoh-tokoh yang berasal dari Kei, Aru dan Kisar dengan tokoh-tokoh dari Larat, Saumlaki dan Tepa yang menghendaki Saumlaki sebagai Ibukota Daerah Tingkat II Maluku Tenggara. Perbedaan pendapat tentang Ibukota Maluku Tenggara tersebut akhirnya didapatlah persetujuan bersama Tual menjadi Ibukota.

Pada tahun 1957 Maluku Tenggara menjadi Daerah Swatantra Tingkat II Maluku Tenggara tetap dengan Ibukota Tual. Tahun 1974 Kota Tual tetap menjadi Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Maluku Tenggara dengan membawahi 8 (delapan) Kecamatan Masing-masing :

Kecamatan P.P Terselatan
Kecamatan Letti Moa Lakor
Kecamatan P.P.Babar
Kecamatan Tanimbar Selatan
Kecamatan Tanimbar Utara
Kecamatan Kei Kecil
Kecamatan Kei Besar
Kecamatan P.P Aru

Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2000 sudah dimekarkan menjadi dua Kabupaten masing-masing Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kabupaten maluku Tenggara membawahi 3 (tiga) Kecamatan Masing – masing :
Kecamatan Kei Kecil
Kecamatan Kei Besar
Kecamatan P.P Aru

Sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara Barat membawahi 5 Kecamatan lainnya.

Kabupaten Maluku Tenggara padaa tahun 2003 kembali dimekarkan menjadi dua Kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Geografis

A. LETAK DAN BATAS WILAYAH

Kabupaten Maluku Tenggara menurut Astronomi terletak antara : 5° sampai 6° Lintang Selatan dan 131° sampai 133,5° Bujur Timur.

Adapun letaknya menurut Geografis dibatasi antara lain oleh :

Sebelah Selatan : Laut Arafura

Sebelah Utara : Irian Jaya Bagian Selatan

Sebelah Timur : Kepulauan Aru

Sebelah Barat : Laut Banda dan bagian Utara Kepulauan Tanimbar

B. LUAS WILAYAH

Luas Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara + 4.049 Km2 tetapi Luas Lautannya + 7,6 kali Luas Daratan.

Kabupaten Maluku Tenggara hanya terdiri atas 1 Gugusan Kepulauan yaitu : Gugusan Kepulauan Kei yang terdiri atas Kepulauan Kei Kecil dengan Luas seluruhnya 2.468 Km2 dan Pulau Kei Besar dengan Luas 581 Km2.

C. TOPOGRAFI

Secara Topografi Pulau Kei Kecil dan Pulau Dullah lebih datar, dengan ketinggian + 100 M diatas permukaan laut. Beberapa Bukit rendah di Tengah dan Utara mencapai 115 M. Pulau Kei Besar berbukit dan bergunung yang membujur sepanjang pulau dengan ketinggian rata-rata 500 – 800 M dengan Gunung Dab sebagai puncak tertinggi, dataran rendah merupakan jalur sempit sepanjang pantai.

D. GEOLOGI

Menurut peta Geologi Indonesia [1965], Pulau / Kepulauan di Maluku Tenggara terbentuk / tersusun dari tanah dan batuan yang tercatat sebanyak 3 jenis Tanah dan 5 jenis Batuan.

DISTRIBUSI JENIS TANAH/BATUAN PADA KEPULAUAN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Podzolik Aluvium Undak

Rensina Terumbul Coral

Lithosol Seklis Habluk

Paleogen

Ulagan Paleozoikum

Sumber : Pola Dasar Kabupaten Maluku Tenggara

E. IKLIM

Iklim dipengaruhi oleh Laut Banda, Laut Arafura dan Samudera Indonesia juga dibayangi oleh Pulau Irian di Bagian Timur dan Benua Australia di Bagian Selatan, sehingga sewaktu-waktu terjadi perubahan.

a. Musim

Keadaan musim teratur, musim Timur berlangsung dari bulan April sampai Oktober. Musim ini adalah musim Kemarau. Musim Barat berlangsung dari bulan Oktober sampai Pebruari. Musim hujan pada bulan Desember sampai Pebruari dan yang paling deras terjadi pada bulan Desember dan Pebruari.

Musim Pancaroba berlangsung dalam bulan Maret / April dan Oktober / Nopember.

Bulan April sampai Oktober, bertiup angin Timur Tenggara. Angin kencang bertiup pada bulan Januari dan Pebruari diikuti dengan hujan deras dan laut bergelora.

Bulan April sampai September bertiup angin Timur Tenggara dan Selatan sebanyak 91% dengan angin Tenggara dominan 61%.

Bulan Oktober sampai Maret bertiup angin Barat Laut sebanyak 50% dengan angin Barat Laut dominan 28%.

b. Curah Hujan

Curah hujan antara 2.000 – 3.000 mm per tahun terdapat di Pulau Kei Kecil. Sedangkan di Pulau Kei Besar diatas 3.000 mm per tahun. Tahun 2004 di Kepulauan Kei Kecil adalah 2.352 mm per tahun rata-rata 195,9 mm per bulan dengan jumlah hari hujan sebanyak 176 hari atau rata-rata 14,7 hari hujan per bulan.

c. Suhu, Kelembaban, Penyinaran Matahari dan Tekanan Udara.

Suhu rata-rata untuk tahun 2004 sesuai data dari Stasiun Meteorologi Dumatubun Langgur adalah 27,1°C dengan suhu minimum 23,6°C dan maksimum 31,8°C

Kelembaban rata-rata 85,7%, penyinaran matahari rata-rata 57,1% dan tekanan udara rata-rata 1010,8 milibar.

d. Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi Agroklimate menurut OLDEMAN, IRSAL dan MULADI [1981], di Maluku Tenggara terdapat Zone Agroklimat, Zone C2 bulan basah 5 – 6 bulan dan kering 4 – 5 bulan.

F. HIDROLOGI

a. Sungai

Sungai yang berair sepanjang tahun tercatat sebanyak 7 buah antara lain :

– Pulau Kei Kecil sebanyak 3 buah

– Pulau Kei Besar sebanyak 4 buah

b. Danau

Danau-danau di Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 4 buah, danau yang terbesar terdapat pada 2 pulau yaitu Fanil dan Ngadi di Pulau Dullah, Ablel dan Wearlaai di Pulau Kei Kecil.

Banyak Gempa Bumi yang tercatat serta Frekwensi Gempa dari Stasiun Geofisika Tual.

Letak Geografis Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara

Kabupaten Maluku Tenggara terletak diantara :

5° – 6° Lintang Selatan 131° – 133,5° Bujur Timur

– Sebelah Selatan Berbatasan dengan : Laut Arafura

– Sebelah Utara Berbatasan dengan : Irian Jaya Bagian Selatan

– Sebelah Timur Berbatasan dengan : Kepulauan Aru

– Sebelah Barat Berbatasan dengan : Laut Banda dan Bagian Utara Kepulauan Tanimbar
Sumber : Pola Dasar Kabupaten Maluku Tenggara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: