Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

ASISTEN Pidana Khusus (Aspinsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, A. Ghazali Handari, menegaskan dalam waktu dekat ini, pihak Kejati akan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Maluku, Lies Ulahayanan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada situs RBB, Rabu (28/5), Handari mengatakan, kehadiran Ulahayanan tersebut, terkait dugaan korupsi dana jaringan website di seluruh kabupaten/kota Provinsi Maluku tahun anggaran 2006 yang bernilai Rp1,9 milyar.

Namun Handari belum bisa menentukan kapan pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Dinas Infokom Maluku itu dilakukan, pasalnya, sebelum tersangka diperiksa, kejati terlebih dahulu harus mendengarkan keterangan saksi ahli dari salah satu perguruan tinggi teknik di Pulau Jawa, mengenai jaringan website sebagai objek perkara, di samping akan mempelajari hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) Provinsi Maluku.

“Penyidikan kasus Dinas Infokom Maluku ini sempat mengalami hambatan, terkait kesediaan saksi ahli. Pekan lalu kami berusaha meminta bantuan pihak PT Telkom Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai saksi ahli. Namun mereka tidak bersedia,” terangnya.

Akhirnya pihak Kejati, lanjut Handari, merujuk kepada salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa dan sudah disetujui. Dalam beberapa hari ke dapan, saksi ahli tersebut sudah akan memberikan keteranganya. (rbb)Radio Baku Bae – Ambon

http://balagu.com

Comments on: "Terkait Dugaan Korupsi, Kadis Infokom Maluku Segera Diperiksa" (3)

  1. jeLLeKzZz said:

    Korupsi…
    Lagi-lagi Korupsi…
    Bukan jadi Fenomena lagi, tapi jadi Budaya!!!
    Itulah Indonesia…

    Dulunya korupsi di Indonesia hanya sebagai penyakit, namun sekarang statusnya berubah alias naik pangkat. Korupsi skarang menjadi budaya, dan mendarahdaging dalam masyarakat. Entah sampai kapan nantinya, tapi yang pasti tidak akan mati karena telah mendarahdaging bahkan mungkin akan jadi warisan bagi generasi-generasi muda bangsa nantinya.
    Tapi bukan berarti kita menjadi pesimis bahwa Korupsi di Indonesia tidak akan dapat diberantas. Pada dasarnya bisa, asalkan para pelaku korupsi atau mungkin kita sendiri bisa memiliki kesadaran diri tingkat tinggi untuk mematikan budaya korupsi itu.

    Pertanyaan yang paling mengganggu proses berpikir saya adalah,
    – Apakah para pelaku korupsi tahu apa itu korupsi?
    – Kalau jawabannya Iya, apa yang jadi motivasi korupsi itu dilakukan?

    Dibawah ini akan saya jabarkan jawaban atas pertanyaan tersebut menurut analisa saya…

    Pertama, perlu kita ketahui bahwa secara Harafiah, Korupsi berarti Kebusukan, Perbuatan Tercela, Kemunafikan, Ketidaksucian, Menyimpang dari hal-hal yang baik, dan masih banyak lagi kata- kata yang mendefinisikan Korupsi secara Harafiah yang sangat-sangat BURUK artinya.

    Dari beberapa pengertian Korupsi secara Harafiah yang telah dijabarkan diatas, apabila para pelaku korupsi tahu akan arti dari korupsi, muncul pertanyaan, Masihkah terlintas dalam pikiran mereka untuk terus dan terus melakukan Tindak Pidana Korupsi sedangkan Mereka tahu bahwa korupsi itu Kebusukan?

    Baik, untuk hal ini kita berpikir seakan-akan mereka tidak tahu sama skali apa itu arti korupsi. Jadi mereka melakukan korupsi hanya sebagai tindakan ikut-ikutan atau ikut meramaikan ajang pemerintahan dengan berbagai macam kasus korupsi.

    Sedangkan apabila mereka benar-benar paham arti korupsi berarti yang perlu dipertanyakan adalah, Apa Motivasinya? Padahal mereka tahu betapa tidak pantasnya kata-kata dari definisi Korupsi itu diberikan kepada manusia yang merupakan makhluk berakhlak. Atau mereka telah kehilangan hati nurani mereka untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk? Mungkin memang hati nurani mereka telah menjadi tumpul dengan motivasi-motivasi yang salah sehingga mereka begitu senang melakukan tindak pidana korupsi.

    Adapun beberapa alasan orang melakukan korupsi adalah:
    1. Karena kurangnya pendapatan/gaji/upah yang diperoleh dari pekerjaannya.
    2. Karena korupsi merupakan kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Kenapa? Karena pada zaman kerajaan dahulu dikenal adanya pemberian Upeti oleh rakyat kepada rakyatnya. (Upeti pada zaman dulu=penghargaan terhadap raja; zaman sekarang=penyuapan/sogokan).
    3. Zaman modernisasi yang memaksa orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan semodern mungkin.
    4. Karena adanya kecemburuan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan alasan-alasan yang tersebut diatas jelas sekali bahwa hanya karena kepentingan pribadi/golongan para pelaku korupsi cenderung berlaku seperti kehilangan hati nurani, sehingga tidak mempedulikan kepentingan banyak orang.

    Yah, sampai saat ini kita masih membutuhkan orang-orang yang sadar dan bersedia untuk mematikan kebudayaan korupsi dalam bangsa ini. Dan juga membutuhkan orang-orang yang tanggap dalam pemerintahan kita.

    Semoga Indonesia Kita Tercinta Ini Tetap Berjaya (Bukan Dengan Korupsinya)…
    Tuhan Memberkati Indonesia Kita…

  2. Gua setuju periksa Tersangka tsb. itu ga baik. kalo perlu jika ditemukan beralah diadil seadil – adilnya,

  3. gue setuju periksa aja,1,9 milyar buat website?seberapa hebatkah website yang dibuat sampai anggaran begitu besar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: