Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Ambon,MM.- Isu SMS berbau SARA seperti dilansir MM dalam pekan terakhir tak pelak membuat berbagai elemen masyarakat Maluku Tenggara angkat bicara, entah datangnya dari masyarakat biasa, akademisi, maupun politisi. Setelah politisi asal Maluku Tenggara (J. Sikteubun, S.Sos) di edisi kemarin 10/6, kini giliranya S. Resmol, S.Sos, anggota DPRD partai PDI-Perjuangan Dapil Maluku Tenggara kepada pers 11/6 menjelaskan bahwa Pemekaran Provinsi Maluku Tenggara Raya adalah dambaan masyarakat Maluku Tenggara mulai dari Luang Sermatang samapai Tanimbar dan Key. Ini merupuakan deretan wilayah Maluku Tenggara yang dulunya dibungkus dengan Hukum Larwul Ngabal.

“Keinginan ini sudah ada sejak lama dan kinginan ini bukan baru muncul karena statement kasta belakang Tanah, bagi saya sekali lagi saya tegaskan bukan karena tersebarnya SMS yang dengan sengaja mendiskreditkan kelompok yang selama ini termarginalkan”, tegas Resmol.

Lebih lanjut ia menyampaikan setelah masyarakat Maluku Tenggara ingin memekarkan diri menjadi sebuah daerah otonom baru menjadi Kota Tual, sebetulnya sudah terpetik dalam pemikiran masyarakat Maluku Tenggara untuk memekarkan didi menjadi sebuah provinsi baru. Harus saya tegaskan bahwa berdasarkan realitas di lapangan sebagaimana yang saya lihat ternyata masyarakat disana (tenggara,red) sudah melakukan konsolidasi yang mengarah pada keinginan untuk memekarkan diri menjadi provinsi.

Karena itu saya ingin melakukan klarifikasi bahwa keinginan pemekaran provinsi bukan karena adanya isu SMS yang memarginalkan mayarakat tenggara, tetapi isu ini juga merupakan bagian dari spirit motivasi untuk keluar dari provinsi ini. Saya kira ini sesuatu yang wajar disampaikan oleh kelompok masyarakat tenggara yang ada di kota Ambon dan karena itu bagi saya isu SMS ini berguna sekali untuk menyatukan kembali kekuatan Masyarakat Maluku Tenggara untuk melakukan presure guna mewujudkan pemekaran Provinsi, tambahnya.

Ketika disinggung soal kesiapan Masyarakat Maluku Tenggara, Resmol menyampaikan
“saya kira masyarakat Maluku Tenggara sudah siap dan tidak ada yang dapat menyangsikannya dari sisi sumber daya manusianya, sebab secara umum baik sumber daya alam dan juga sumber daya manusia, membuat saya sangat yakin bahwa kita sudah siap, apalagi saaat ini banyak pejabat-pejabat esalon II yang berasal dari Maluku Tenggara yang telah mengisi konfigurasi di Birokrasi Provinsi, dan itu menjadi indikator penentu”.

Selain itu dari sisi wilayah setalah dikaji dari sisi UU, maka secara bertahap Kabupaten Maluku Tenggara sudah melakukan pemekaran Maluku Tenggara Barat, kemudian Kepulauan Aru dan Kota Tual, yang kalau tidak ada halangan, maka pihak DPR-RI akan menetapkan pemekaran Maluku Barat Daya dalam waktu dekat ini. Olehnya itu saya pahami betul bahwa proses itu sudah sesuai dengan Prosedur dan UU.

Diakhir pendapatnya, dia mengatakan bahwa sebagai Wakil rakyat yang berasal dari Maluku Tenggara saya sangat merespons keinginan masyarakat untuk memekarkan provinsi ini, namun dirinya juga mengingatkan bahwa proses pemekaran tersebut mesti mendapat persetujuan pemerintahan dan juga melalui proses politik, karena itu sesuai dengan alur dan mekanisme yang dicantumkan dalam UU 32, pungkasnya. (regen)Harian Mimbar Maluku – Ambon

Comments on: "Isu SARA, Memotivasi Pemekaran Maluku Tenggara Raya, Resmol: konfigurasi di birokrasi jadi indikator" (1)

  1. saya sbg ank negri mndukung utk pemekaran ini. smoga perjuangan ini trcapai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: