Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Ambon, MM.- Hanya dengan ungkapan kata pemalas dari Dokter, Bidan, serta kepala Puskesmas pada Kabupaten Maluku Tenggara, yang tidak pernah digubris oleh instansi terkait mengakibatkan masalah kesehatan seperti Gizi Buruk kembali lagi terjadi pada Provinsi Maluku. Kali ini kejadiannya terjadi pada Desa Pulau UR kecamatan key kecil barat kabupaten Maluku Tenggara dan telah memakan 3 Korban dan 1 diantarnya meninggal dunia. Demikian disampaikan Benhur Watubun ST, kepada pers di gedung Siwalima Ambon (11/7).

Untuk mengantisipasi masalah Gizi buruk tersebut, maka selaku wakil rakyat yang berasal dari Daerah Pemilihan kabupaten Maluku Tenggara, maka saya meminta perhatian serius dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan penanganan secara cepat terhadap persolaan tersebut.

“kemarin saya sudah mendapatkan informasi bahwa ada satu yang sudah meninggal dunia dan kejadian ini terjadi pada daerah-daerah yang terisolir, sehingga pelayanan-pelayanan publik yang mestinya didapatkan masyarakat tidak dilakukan sepenuhnya oleh petugas kesehatan yang bertugas pada daerah sekitarnya,”sebutnya.

Watubun juga menegaskan, oleh Karena itu pihak Dinas Kesehatan Maluku mesti memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut. Selain itu saya juga ingin mempertanyakan bagi pihak Dinkes terkait dengan penempatan Dokter PTT disana, hal ini sangatlah penting sebab jika hal ini tidak dijawab dan direspon maka akan menibulkan masalah yang lebih serius lagi, padahal visi Dinas Kesehatan sendiri adalah menuju masyarakat sehat di tahun 2010.

Berdasarkan amatan saya sepertinya ada sebuah proses pembiaran yang terjadi disana dalam arti para dokter PTT tidak melaksanakan tugas secara maksimal sesuai dengan sumpah jabatan yang mereka emban, selain itu juga saya melihat kurang profesionalnnya aparatur Dinkes kabupaten Malra dalam menangani masalah-masalah kesehatan di daerah larwul Ngabal itu.

Adalah penting untuk hal ini disampaikan, sebab ketika saya bertatap muka langsung dengan saudara-saudara saya, mereka menyampaikan bahwa Bidan dan suster atau tenaga kesehatan yang bertugas pada Puskesmas Pembantu (PUSTU) sama sekali tidak ada, begitu pula dengan puskesmas Induk yang bertempat di desa Ohira juga mengalami hal serupa.

Bagi saya ini sangat bertolak belakang dengan penjelasan Dinas Kesehatan yang telah mempersiapkan langkah-langkah pengamanan yang selama ini dikampanyekan kepada masyarakat. Karena itu saya meminta perhatian pemerintah Provinsi maupun kabupaten Maluku Tenggara untuk melihat hal ini, dan kalau perlu pejabat kesehatan yang tidak becus saya kira dicopot dari jabatannya saja, karena mereka tidak melindungi masyarakatnya.

Ketika ditanya soal langkah antisipatif yang mesti diambil oleh Pemda setempat, Watubun menyampaikan saya tidak tahu karena pemerintahan di Kota Tual itu sendiri dalam keadaan transisi, apalagi ketidakbecusan aparatur pemerintahan yang tidak mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat, padahal pelayanan kesehatan haruslah menjadi tugas pokok yang mesti diperhatikan oleh setiap kepala dinas dan kalau tidak diantisipasi secepat mungkin saya kira akan banyak korban yang akan timbul lagi karena ketidak perhatian Pemerintah kepada masyarakat, jelas Watubun. (regen)Harian Mimbar Maluku – Ambon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: