Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Jangan Bodohi Rakyat Malra


Pemilihan umum kepala daerah Maluku Tenggara yang telah berlangsung aman dan damai, tidak boleh lagi dikotori oleh aksi-aksi yang dapat mengganggu instabilitas keamanan.

Ambon, AE.- Pemilihan umum kepala daerah Maluku Tenggara yang telah berlangsung aman dan damai, tidak boleh lagi dikotori oleh aksi-aksi yang dapat mengganggu instabilitas keamanan. Rakyat juga tidak boleh dibodohi oleh kepentingan-kepentingan politik kekuasaan dari elit politik yang tidak puas dengan hasil yang dicapai dalam proses demokrasi.
Demikian disampaikan Ketua tim pemenangan pasangan Andre Rentanubun-Yunus Serang atau AYU, Salamun Yunus Yusran, kepada koran ini, kemarin. Tanggapan ini disampaikan atas aksi massa dua hari yang menduduki kantor DPRD Maluku Tenggara. “Apa yang dilakukan rakyat itu sah-sah saja sepanjang tidak anarkis, dan mengedepankan kepentingan daerah,” ungkap dia.

Hasil Pemilukada Malra kini sedang ditangani Pengadilan Tinggi Maluku setelah salah satu pasangan calon kepala daerah Herman Koedoeboen mengajukan gugatan. Mereka menilai ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan pasangan pemenang dalam pemungutan suara. “Proses hukum khan sedang berjalan, mari kita hormati mekanisme itu,” anjur Salamun.

Jalur hukum yang ditempuh oleh Herman Koedoeboen sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. Meski demikian, kata Salamun, proses hukum yang tengah berjalan tidak boleh menghentikan pelantikan yang kini sudah dipersiapkan. “Kita patuhi saja mekanisme hukum yang sedang berjalan,” kata dia kembali.
Menurut dia, kemenangan pasangan Andre Rentanubun-Yunus Serang sangat signifikan, dan tidak mungkin ada manipulasi dalam proses tersebut. “Semua sudah berjalan sangat demokratis. Kalau ada demo itu wajar sebagai bentuk ketidak puasan, tapi lakukanlah yang damai,” tekan dia.

Aksi-aksi yang dilakukan, diharapkan tidak memicu amarah dari pihak lain. “Takutnya ada pihak ketiga yang ikut main dalam aksi-aksi massa itu. Ini yang mesti dihindari oleh rakyat Maluku Tenggara,” imbau Salamun.
Dia tidak menginginkan kasus Maluku Tenggara digiring dalam situasi seperti di Maluku Utara. “Kasus Maluku Tenggara dan Maluku Utara jelas beda,” kata Salamun. Salamun berharap masyarakat tidak diseret untuk terlibat dalam aksi-aksi yang bertentangan dengan aturan hukum.

Soal aksi demo yang terjadi dua hari lalu, Salamun menduga, ada upaya propaganda dari orang tertentu yang menyebutkan kalau aksi itu melibatkan 2000 orang lebih. “Demo itu tidak sampai 2000 orang. Demo memang ada, tapi jumlahnya tidak sampai ratusan orang,” kilah Salamun.

Salamun berharap, elit politik dan siapa saja yang memiliki kepentingan dengan Pemilukada Malra untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang tak sesuai dengan realitas. “Pernyataan bahwa demo melibatkan 2000 orang sangat tidak realistis. Ini dapat memicu presepsi lain dari publik,” ujar Salamun. (sumber:ambon ekspress-YAN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: