Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Pekan depan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akan menetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana pemulangan pengungsi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Ambon – Pekan depan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akan menetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana pemulangan pengungsi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Penetapan tersangka didasarkan pada hasil ekspose pertama kasus ini yang dilakukan tim penyidik Kejati Maluku pada Rabu (7/10) lalu.

Ekspose yang dilakukan pukul 09.00-11.30 Wit itu, dipimpin langsung Kepala Kejati Maluku Soedibyo, yang dihadiri oleh seluruh asisten, kepala seksi di jajaran Korps Adhiyaksa, serta tim penyidik kasus tersebut.

“Kita tadi sudah ekspose pertama di ruangan saya. Kita tunggu ekspose kedua. Sudah 75 persen kasus posisinya jelas, dan saya kasih waktu 10 hari lagi untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab dan menjadi tersangka,” teran Soedibyo kepada Siwalima di Kantor Kejati Maluku, Rabu (7/10) lalu.

Ditanyak kerugian negara dalam kasus ini, Soedibyo mengatakan, akan dilakukan penghitungan.

“Untuk kerugian negara negaranya akan kita hitung. Namun gambaran kasarnya sudah ada, tetapi nanti kita hitung lagi,” ujarnya.

Penyidik telah mengungkap modus operandi yang diterapkan untuk melakukan korupsi, dan nama tersangkanya sudah dikantongi.

“Kasus posisinya sudah, modus operandinya dan cara dia melakukan kejahatan sudah semuanya,” jelas Soedibyo.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan korupsi dana pemulangan pengungsi di Dinsos Kabupaten Malra Tahun 2003, senilai Rp 16 Miliar, tim Kejati Maluku telah memeriksa mantan Kepala Dinsos Maluku, AR Uluputty.

Ia diperika pada Senin (3/8). Saat proyek tersebut dilaksanakan, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinsos Maluku sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Uluputty diperiksa oleh ketua tim penyidik kasus dugaan korupsi dana pemulangan pengungsi Wem Lengitubun, dibantu jaksa Theis Rahanra.

Saat itu, Uluputty diperiksa selama 19 jam, mulai dari pukul 10.00 Wit hingga berakhir pada pukul 20.00 Wit, yang dipusatkan di ruang kerja Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Maluku, Wem Lingitubun. Dalam pemeriksaan tersebut, Uluputty dihujani dengan 67 pertanyaan.

Sementara itu, dihari yang sama pula bendahara proyek (benpro) dana pemulangan pengungsi tahun 2003, Ny. Zultama Basarahil juga diperiksa.
Basarahil diperiksa oleh jaksa Marvie de Quelju dan Leonard Tuanakotta dari pukul 10.00 Wit hingga pukul 18.00 Wit.

Setelah itu, mantan Asisten II Sekda Maluku, AR Soumena, diperiksa tim penyidik Kejati Maluku, Jumat (7/8).

Soumena diperiksa selama kurang lebih enam jam, dan dalam pemeriksaan tersebut ia dicecar 40 pertanyaan.

Puluhan pertanyaan yang diajukan diantaranya, menyangkut kapasitas yang bersangkutan sebagai ketua posko penanganan pengungsi, mekanisme pendataan pengungsi, serta jumlah data pengungsi versi posko.

Selanjutnya, Kamis (27/8) pagi Kejati Maluku memeriksa staf Direktur Jenderal (Dirjen) Sosial, Rusiana S.

Ia diperiksa oleh jaksa Marvie de Queljue Cs. Dalam pemeriksaan tersebut, Rusiana dicecar dengan 30 pertanyaan, diantaranya menyangkut data-data pengungsi yang diusulkan oleh Dinkesos Maluku Tahun 2003 lalu. (S-27)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: