Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Stabilitas keamanan di Kota Tual kembali terganggu dengan insiden saling serang antara dua kampung, masing-masing Taar dan komplek perindustrian.
Tidak ada korban jiwa, namun puluhan rumah dirusaki massa. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Aksi penyerangan terjadi, Minggu (21/2) sekitar pukul 16.00 WIT. Beberapa rumah warga di kompleks perindustrian, seperti kaca dan pintu rumah rusak akibat dilempar dan dirusaki kelompok penyerang.

Kapolers Malra AKBP Syaiful Rahmat yang dikonfirmasi koran ini membenarkan adanya aksi penyerangan itu. ‘’Memang benar, ada aksi penyerangan yang dilakukan puluhan warga Desa Taar ke pemukilam warga yang bermukim di komplek perindustrian,” sebut dia.

Aparat keamanan bergerak cepat melakukan penyekatan untuk menghindari bentrokan lebih lanjut antara massa kedua lokasi. Apara keamanan berhasil menghalau kelompok penyerang. “Kondisi sudah kembali kondusif. Kami sedang usahakan, penyelesaian masalah ,” kata Syaiful ketika dihubungi koran ini semalam via telpon selulernya.

Sebelum aski penyerangan Desa Taar itu terjadi, lebih dulu terjadi pemukulan yang diduga dilakukan masyarakat yang bermukim di Kompleks pemukiman terhadap siswa SMU yang berasal dari Desa Taar. Karena dipukul, siswa yang belum diketahui identitas ini langsung pulang menyampaikan pemukulan kepada masyarakat Desa Taar.

‘’Tidak terima atas tindakan pemukulan itu, warga Desa Taar melakukan penyerangan ke pemukiman warga di kompleks perumahan perindustrian,” jelas Syaiful.

Untuk mengantisipasi penyerangan susulan, perwira dengan dua melati dipundak ini mengaku, telah mengerahkan 50 personil Brimob di TKP. ‘’Saat ini kondisi keamanan di TKP sudah kondusif, dan masyarakat kedua kampung sudah melakukan aktifitas kesehariannya dengan baik,”ujarnya.

Selain menurunkan puluhan personil Brimob, koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat kedua kampung juga telah dilakukan. ‘’Saya sudah membangun koordinasi dengan tokoh-tokoh adat dan agama dari kedua kampung untuk tidak terpancing, serta menyerahkan proses penyelesaian kasus tersebut kepada aparat kepolisian,” ungkapnya.

Menyoal langkah yang diambil untuk memproses para pelaku penyerang, Syaiful mengaku belum ada satupun pelaku penyerang yang ditahan. “Untuk penyerang belum ada yang ditahan. Tetapi satu dari tiga orang pelaku yang diduga melakukan tindakan pemukulan terhadap siswa SMU 1 Tual sudah diamankan,” kata dia.

Pelaku pemukulan yang ditahan bernama Hans. Syaiful meminta masyarakat kedua kampung untuk membantu aparat kepolisian mengungkap kasus ini. ‘’Artinya kalau kita perlu keterangan saksi masyarakat harus membantu, sehingga persoalan ini bisa segera diselesaikan,”harapnya. (FAS)-AMBON EKSPRESS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: