Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Tidak banyak informasi yang diketahui tentang Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) karena hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk bermigrasi menjelajahi samudera. Namun penelitian menggunakan satelit transmisi oleh WWF Indonesia di Jamursba Medi, Papua, bekerjasama dengan lembaga penelitian internasional NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), belum lama ini berhasil menyibak rahasia pengembaraan hewan langka tersebut. Sepuluh ekor Penyu Belimbing yang dipasangi transmitter dipunggungnya dan dilepas dari pantai Jamursba Medi, Papua, pada Juli 2003 lalu, menurut pantauan satelit, kini salah satunya berada di Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di Monteray Bay, sekitar 25 km dari Golden Bridge, San Fransisco. Ini berarti, Penyu Belimbing tersebut telah mengarungi Samudera Pasifik dan menempuh jarak sekitar 6000 mil dari habitat asalnya di Papua dalam jangka waktu lebih dari satu tahun! Dibandingkan penyu lainnya, Penyu Belimbing memiliki tingkat migrasi paling tinggi. Kenyataan bahwa mereka gemar bermigrasi melewati kawasan yang produktif untuk kegiatan perikanan terutama di Pasifik, membuat jenis ini beresiko tinggi tertangkap rawai nelayan tradisional maupun kapal ikan besar. Nah, dengan menggunakan teknologi satelit, para peneliti dapat mengidentifikasi jalur migrasi Penyu Belimbing, yang hasilnya bisa dipakai sebagai acuan untuk menyusun langkah-langkah perlindungan wilayah jelajah (home range) jenis penyu tertua itu. Penyu Belimbing – disebut juga Leatherbacks – dilindungi sebagaimana diatur dalam CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) Appendix 1. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 2.300 penyu betina dewasa yang tersisa diseluruh Samudera Pasifik. Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Kepala Burung Papua merupakan salah satu tempat peteluran utama bagi Penyu Belimbing. Hanya ada dua tempat yang masih menyimpan stok Penyu Belimbing di Samudera Pasifik, yaitu di Pasifik Utara termasuk di pantai-pantai Meksiko, Nikaragua, dan Costa Rica, dan di Pasifik Barat yakni di pantai-pantai Kepulauan Solomon, Vanuatu, Malaysia , Maluku Tenggara ( Evav) dan Papua (termasuk juga Papua Nugini). Dengan semakin menurunnya populasi penyu belimbing di daerah peteluran di Malaysia dan Meksiko, Papua otomatis menjadi daerah peteluran terakhir sekaligus terbesar yang tersisa di seluruh Samudera Pasifik. Hewan unik Misteri kehidupan Penyu Belimbing sebenarnya telah lama menarik minat para peneliti dunia. Semula, para ilmuwan menduga sebagian besar Penyu Belimbing yang ditemukan menepi di pantai California atau yang tertangkap rawai nelayan di Hawaii, berasal dari Pasifik Utara atau tepatnya dari pantai peteluran Meksiko. Akan tetapi analisis DNA menunjukkan bahwa penyu-penyu tersebut berasal dari Pasifik Barat, yaitu dari pantai peteluran di Papua dan sekitarnya. Hewan yang beratnya bisa mencapai 600-900 kg, dan merupakan salah satu reptil terbesar itu memang menyimpan rahasia pengembaraan yang unik. Dimulai dari tukik yang baru menetas dengan berat kurang dari 200 gram, penyu kecil tersebut berenang ke laut lepas dan baru kembali ke darat setelah berat badannya mencapai sekitar 600 kilogram, hanya untuk bertelur! Bayangkan, betapa panjang masa yang dihabiskannya menjelajahi laut. Hanya penyu betina dewasa yang ’mampir’ kedaratan selama sekitar tiga jam dalam setiap masa bertelur untuk meletakkan 60-120 telurnya, lalu kembali ke laut, dan naik lagi ke daratan untuk bertelur 2-3 tahun kemudian. Sayangnya, dari 1.000 telur Penyu Belimbing yang menetas, hanya satu hingga lima ekor yang hidup menjadi dewasa hingga puluhan tahun. Selain akibat aktivitas nelayan – yang menangkap penyu sebagai tangkapan samping – populasi Penyu Belimbing terancam serius oleh perburuan liar untuk mendapatkan telur, daging, dan cangkangnya. Begitu juga karena pencemaran laut; terutama oleh sampah plastik yang sering tertelan penyu karena disangka ubur ubur kesukaannya. Sebagai pemangsa utama ubur-ubur, Penyu Belimbing menjadi pengatur keseimbangan populasi ubur-ubur di alam. Berlebihnya populasi ubur-ubur dapat menyebabkan penurunan populasi ikan, khususnya ikan-ikan dengan nilai komersial yang laku dipasaran, dikarenakan ubur-ubur adalah pemangsa utama larva ikan tersebut. Dengan demikian, pelestarian Penyu Belimbing memberikan manfaat bagi ikan, manusia dan industri nelayan.

Comments on: "Tabob=Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) ikon baru Pariwisata Maluku Tenggara untuk Sail Banda 2010" (19)

  1. Terima kasih untuk informasinya, pening sekali.

    • Kenny Maturbongs said:

      Tabob adalah hewan langkah yang dimiliki oleh beberapa daerah bahkan Negara khususnya Indonesia dan Daerah Maluku Tenggara (Kei)yang harus dilestarikan, selain itu Tabob adalah hewan langkah yang mempunyai sejarah yang tidak boleh dilupakan begitu aja, tentunya berkaitan erat Waktu; hari, bulan,musim, dan saat kapan Tabob berpinda atau berada di Kei.
      Di Kei khususnya daerah yang menamakan kampungnya Nuhu fit (Tujuh Petuanan/Kampung) yang mempunyai ceritera yang sangat unik tentang Tabob mulai dari persiapan beberapa hari sebelum menangkapnya dan ada ritual-ritual yang mendasarinya…. luar biasa carita tentang T A B O B !!! Khususnya di Desa OHOIDERTUTU KEI – MALUKU TENGGARA.
      TERIMA KASIH UNTUK SEMUA YANG MENDUKUNG TABOB IN SAIL BANDA 2010. HUKUM – ADAT – SERIT TETEEN EVAV BISA… IT BATANG VO BOK-BOK. Tebeh Hormat ver im besa…!

  2. Penting, maksud saya.

  3. Vote!

    btw.. templatenya ajur e make firefox, bagusnya pake browser apa nih bro?

    salam.

  4. Bas Wurlianty said:

    Ini Penting untuk menjadi Icon di Sail Banda…Jenis ini sudah sangat langkah dan sangat terancam punah……target Sail Banda adalah melindungi Kekayaan Alam shingga dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat….Intinya setuju dengan icon ini…untuk Sail Banda

  5. Bas Wurlianty said:

    info tentang upaya penyelamatan penyu belimbing di Papua anda dapat membuka di Vivanews.com, antara photo, cendarwasih pos, dan silahkan anda menunggu info lainnya di Papua TV

  6. Saya setUju aja, yang penting paling khas yang dijadikan ikoN,

  7. Tomy_Darius said:

    beta setuju dgn info yg diatas….,perlu dibutuhkan kemampuan SDM tuk bisa mengelolahny.

  8. lbh bgs jgn tabob sj y di expos…
    tpi smua keindahan di pulau kay hrs di expos agar smua org tw betapa indahx pulau kay….apalagi di pasir pnjang indah banget cuy…

  9. Penyu belimbing jd icon, pasti semua org setuju. tapi jangan lupa pasir putih yg indah, dan meti keinya itu lho, satu-satunya di dunia juga dieskpostkan.
    thanks

    • thx buat saudara phillo…pada dasarnya kei memiliki potensi yg besar khusunya pariwisatanya yg menjadi salah satu andalannya..namun dengan potensi pantai, laut..yg lainnya menjadi sering di eksploitasi, sehingga wisata tabob hadir dengan porsi yg berbeda dr jenis wisata konservasi yg mana kedapan diharapkan menjadi sasaran wisatawan dalam/luar negeri!

      thx

  10. Ni ajang yg bgus di mana ktng bisa tampilkan apa yg katng miliki dimana ktng pu kultur Budaya yg tidak kala menarik dng daera2 Idonesia lainx.

  11. Terima kasih atas basudara yang sudah memperkenalkan,tabob untuk semua orang di indonesia tau,tapi yang harus saudara tau jangan mempergunakan tabob bahan untuk ajang bisnis by putra nuhu fit (ohoira)

    • thx buat saudara vega sedubun…
      wwf-indonesia dlm program konservasi selalu menitik berat pada pemberdayaan masyarakat, oleh karena itu Khusus warga NUfit & kei secara umum kedepannya dapat ikut serta dlm program2 wwf selama di kei yg kedepannya wisata konservasi tabob dapat menjadi motor pengerak ekonomi untuk masyarakat nufit & kei nantinya!…
      thx atas masukan baiknya!!!

  12. Robertus Teniwut said:

    Thengs saudra…………………Katong pung evav juga tar ada yang blok………..Jayapura…Keuskupan Dok II

  13. katong pung ( Tabob ) bisa jadi modal untuk parawisata di kei ( khususnya Nuhufit and lair entel )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: