Web Blog Pertama Penyedia Informasi Maluku Tenggara

Tabob/Penyu Belimbig Mempunyai Nilai Historis. Keragman Potensi Wisata dan Budaya Kabupaten Maluku Tenggara mejadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi dunia kedepan yang mampu berkompetisi dalam meningkatkan citra keparawistaan. Hal ini diungkapkan Bupati Maluku Tenggara Ir. Anderias Rentanubun pada acara Gelar Tabob di Ohoi Matwaer Kecamatan Kei Kecil Timur Sabtu 19 Juni 2010, karena menurut Bupati Andre Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan citra melalui aspek aksibilitas yaitu Pembangunan Bandara Internasional di Ibra, pembangunan dan pebraikan jalan serta penyediaan sarana Transportai menunuju obyek wisata dan pembangunan jaringan Telepon Seluler ke Seluruh Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan Pengembangan akses Aministrasi meliputi Sarana Hiburan, Akomodasi, Restoran, Biro Perjalan, Pusat Perbelanjaan dan lain sebagianya sedangkan Pengembangan Aspek Atraksi Menurut Rentanubun pengembangan Parawisatanya melalui Aktualitas seni budaya, adat isitiadat termasuk Gelar Tabob atau Penyu Belimbing. Pengembangannya produk wisata harus didukung oleh pelayanan informasi yang benar, akurat, efektif dan efesien baik langsung maupun tidak langsung melaui media, sehingga memberikan kepastian bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Ia juga mengatakan bahwa sebagai Masyarakat Maluku Tenggara Umunya dan warga yang mendiami Nuhufit Khususnya harus bangga bahwa daerah ini merupakan salah satu habitat dari tabob (Penyu Belimbing) yang telah dipublikasikan oleh dunia internional khususnya pemerhati lingkungan (wwf) karena hampir punah tetapi masih didapati didaerah ini maka perlu dilestarikan. Rentanubun yang juga cinta akan budaya adat istiadat pada kesempatan terebut juga mengatakan bahwa masyarakat nuhufit, tabob mempunyai nilai hiostoris tersendiri yakni sebagai makanan pusaka dan juga diyakini sebagai bukti sejarah sejak leluhur, sehingga aktifitas perburuan dan penangkapan tetap dilaksanakan dan dianggap tidak merusak habitatnya walaupun masyarakat pemerhati lingkungan melarang perburuan tabob atau penyu belimbing ini, maka menurut Bupati Andre Rentanubun permasalahan tersebut Pemerintah Daerah akan memfasilitasi tidak terjadi benturan kepentingan antara masyarakat adat yang mendiami kawasan Nuhufit dan pemerhati lingkungan yang mengawasai masalah konservasi. Rentanubun juga mengharapkan agar tabob jangan dijadikan sebagai ikan karena apabila dijadikan sebagai ikan maka akan punah karena perburuan semakin meningkat, karena bertolak dari sejarahnya maka tabob mempunyai insting tersendiri sehingga apabila diperintahkan oleh penguasa adat maka tabob akan mengikutinya baik kekiri, kekanan maupun mengangkat kepala, karenanya harus dikembangkan guna mempunyai nilai wisata yang besar di Maluku Tenggara. Diakhir sambutannya Bupati Andre Rentanubun menghimbau agar Gelar Tabob jangan dijadikan sebagai tontonan semata namun mempunyai nilai historis sehingga dapat diwariskan bagi generasi selanjutnya, Khusus bagi Dinas Kebudayaan, Parawisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara agar Gelar Tabob menjadi kegiatan tahunan termasuk eksplorasi budaya lainnya yang memiliki nilai jual. Ia juga mengharapkan Tokoh-tokoh adat agar bersama-sama menyatukan persepsi, langkah dan tekad dalam mengembangkan wisata budaya didaerah ini. Kontributor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tenggara. S.T. Langgur 19 Juni 2010. Diposkan oleh INFO MALRA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: